Program Kartu Prakerja kini hadir dengan skema baru berupa pelatihan berbasis industri yang lebih spesifik. Skema ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor prioritas seperti manufaktur, digital, dan pariwisata. Peserta tidak hanya mendapatkan bantuan biaya pelatihan dan insentif, tetapi juga diarahkan langsung ke perusahaan mitra untuk magang atau kerja. Menteri Koordinator Perekonomian menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja secara lebih tepat sasaran. Sejak diluncurkan pada 2020, program ini sudah menjangkau lebih dari 18 juta peserta. Banyak alumni mengaku program ini membantu mereka memperoleh pekerjaan atau membuka usaha sendiri. Pendaftaran gelombang baru sudah dibuka dengan kuota 1 juta peserta. Masyarakat diminta segera mendaftar melalui situs resmi untuk mendapatkan pelatihan yang sesuai minat dan kebutuhan industri.